Senin, 19 November 2012

Pemerolehan Bahasa Kedua


BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Negara Inggris telah menjajah 2/3 negara di dunia. Hal ini mengakibatkan Bahasa Inggris menjadi bahasa yang universal. Bahkan muncul istilah-istilah seperti Australian-English, Singaporian-English, American-English, dan banyak lagi perpaduan bahasa Inggris dengan bahasa lokal. Hal ini pula yang mendukung Bahasa Inggris diajarkan di Negara-negara maju dan berkembang. Apalagi dengan ada globalisai semakin memantapkan Bahasa Inggris sebagai bahasa pemersatu dunia.
Pada tahun 1990an terjadi perdebatan di Indonesia tentang anggapan Bahasa Inggris sebagai bahasa asing atau bahasa kedua. Tapi pada awal tahun 2000 muncul tanggapan untuk mengajarkan bahasa Inggris sebagai bahasa kedua setelah bahasa Indonesia, dan menganggap bahasa lokal sebagai bahasa dasar dan bukan bahasa pertama. Hal ini dilakukan untuk memudahkan siswa dalam belajar bahasa Inggris.
Pembelajaran Bahasa Inggris tidak sama dengan pembelajaran Bahasa Indonesia yang sering kita pelajari. Harus ada pengertian lebih jauh tentang belajar bahasa Inggris. Harus ada pengenalan tentang budaya-budaya yang mereka pakai dan terlebih istilah-istilah yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Makalah Pemerolehan Bahasa Kedua (PB2) ditujukan untuk lebih mengenal lebih jauh bagaimana seharusnya seseorang belajar bahasa kedua, dalam konteks ini bahasa kedua yang dimaksud adalah bahasa inggris. Setelah mengetahui isi makalah ini diharapkan adanya kesadaran yang kritis dalam memperoleh bahasa kedua.

1.2  Rumusan Masalah
1.2.1        Apa pengertian kata “pemerolehan”?
1.2.2        Apa kegunaan Anakon dan Anakes?
1.2.3        Apa faktor-faktor psikologis yang mempengaruhi PB2?

1.3  Tujuan
1.3.1        Untuk mengetahui pengertian kata “pemerolehan”
1.3.2        Untuk mengetahui kegunaan Anakon dan Anakes.
1.3.3        Untuk mengetahui faktor-faktor psikologis yang mempengaruhi PB2.


BAB II
PEMBAHASAN
2.1                         Pengertian Kata “Pemerolehan”
            Pemerolehan Bahasa Kedua (PB2) tidak sama dengan Pembelajaran Bahasa Kedua. PB2 atau dalam Bahasa Inggris lebih dikenal dengan istilah Second Language Acquisition (SLA). Kata “acquisition” lebih diartikan sebagai penguasaan bahasa dengan alamiah. Dalam PB2 diharapkan adanya penguasaan bahasa kedua seperti ketika kita masih kanak-kanak yang mengadaptasi bahasa ibu (native language). Pemerolehan bahasa menuntut interaksi dalam bahasa sasaran (target language) bukan dalam bentuk ucapan-ucapan tapi lebih kepada pesan yang mereka sampaikan dan mereka pahami (Tarigan, 1988: 126). Jadi dalam PB2 lebih mudah dipahami sebagai bahasa yang kita pelajari secara tidak sadar (Fransori, 2010). 
Kata “pembelajaran” lebih dijelaskan sebagai situasi belajar melalui aktifitas yang kita lakukan dengan sadar untuk mempelajari bahasa lain. Misalnya pembelajaran yang dilakukan di sekolah atau dirumah untuk mengetahui tentang suatu bahasa. Hal ini dilakukan dengan penuh kesadaran agar dengan aktifitas belajar siswa bisa memahami materi kebahasaan. Tetapi banyak siswa mengalami kesulitan karena dia lebih disibukkan dengan mempelajari struktur sebuah kata dan artinya. Maka dalam PB2 dimaksudkan agar kita bisa belajar bahasa kedua secara alamiah seperti kita mempelajari bahasa pertama.


2.2  Kegunaan Anakon dan Anakes.
            Tarigan (1989: 5) menjelaskan bahwa Analisis Kontrastif ( Anakon ) adalah aktifitas atau kegiatan yang mencoba membandingkan struktur B1 ( Bahasa Pertama) dengan struktur B2 ( Bahasa Kedua) untuk mengidentifikasi perbedaaan-perbedaan di antara kedua bahasa. Tarigan (1989) juga menambahkan bahwa dalam Anakon dapat digunakan sebagai landasan dalam memprediksi kesulitan atau kendala yang dihadapi siswa dalam belajar B2. Dalam analisa ini dapat pula di ambil kesimpulan tentang hal-hal yang menimbulkan kesalahan dalam pemerolehan bahasa kedua untuk selanjutnya mencari solusi dari setiap kendala yang ada. Anakon mengambil peranan yang sangat penting karena dengan Anakon pengajar juga dapat mengambil persentase siswa yang masih menggunakan struktur bahasa pertama dalam pemerolehan bahasa kedua.
Dalam studi lanjut ternyata Anakon memiliki banyak kelemahan (Tarigan, 1989: 25). Kemudian muncullah istilah Analisis Kesalahan (Anakes). Anakes digunakan untuk lebih memudahkan mengetahui kesalahan apa saja yang sering dilakukan dalam PB2 sehingga dapat lebih akurat dalam menentukan solusi yang tepat dalam setiap kendala yang ada. Dalam PB2, Anakon dan Anakes hendaknya ada kerjasama sehingga pengajar dapat lebih mudah untuk memberikan B2 kepada siswa. Adanya Anakon dan Anakes akan lebih memudahkan dalam menganalisa pemerolehan bahasa kedua sehingga dapat diambil sebuah kesimpulan tentang bagaimana seharusnya sebuah bahasa dapat dipelajari dengan mudah.


2.3  Faktor-Faktor Psikologis yang Mempengaruhi PB2.
            Pemerolehan Bahasa Kedua (PB2) sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor psikologis. Menurut Tarigan (1988: 185), faktor yang mempengaruhi dalam belajar B2 adalah goncangan bahasa (language shock), goncangan budaya (culture shock), motivasi/ dorongan, dan batas-batas keakuan (ego boundries). Goncangan bahasa akan terasa apabila pelajar mengalami kebingungan ketika menggunakan B2, sedangkan goncangan budaya akan terasa apabila pelajar mulai sadar bahwa adanya perbedaan dalam belajar B2 dibandingkan dengan B1 sehingga menimbulkan luapan emosi melalui ketakutan dan tekanan. Motivasi pun sangat berperan penting dalam proses pemerolehan B2 karena tingkat keingin-tahuan pelajar dapat mempengaruhi tingkat keberhasilan dan kegagalan dalam proses pemerolehan B2, begitu pula dengan batas keakuan. Kalau tidak terjadi kesinambungan dalam ke empat aspek ini maka bisa dikatakan bahwa pelajar akan mengalami kesulitan bahkan mungkin kegagalan dalam proses PB2.


BAB III
PENUTUP

3.1  KESIMPULAN
Pemahaman tentang Pemerolehan Bahasa Kedua sangat mempengaruhi bagaimana pengajar akan memberikan pengajaran tentang bahasa kedua. Faktor-faktor psikologis pun punya peranan yang sangat penting bagi pemahaman bahasa kedua

3.2  SARAN
Dalam proses pemerolehan bahasa kedua kita diharapkan tahu tentang hal-hal yang mendalam tentang pengertian dan faktor-faktor yang mempengaruhi pelajar dalam PB2. Ketika hal-hal tersebut dapat dicapai maka bukan tidak mungkin pelajar akan dengan mudah mempelajari Bahasa Kedua dengan mudah.


DAFTAR PUSTAKA

Affandi, S. 2010. Makalah Bahasa Kedua. Diunduh 8 Oktober 2012, dari http://anggoel.blogspot.com/2010/05/makalah-bahasa-ke-dua.html pukul 20.57
Fransori. 2010. Pemerolehan Bahasa Kedua. Diambil 8 Oktober 2012, dari http://nenggelisfransori.wordpress.com/2010/04/02/pemerolehan-bahasa-kedua pukul 20.54
Sunarso, N. N. 2009. Makalah Pemerolehan Bahasa. Diambil 8 Oktober 2012, dari http://narbuqo-enes-diary.blogspot.com/2009/05/tugas-kuliah-makalah.html pukul 20.52
Tarigan, H. G. 1988. Pengajaran Pemerolehan Bahasa. Jakarta: Depdikbud P2LPTK Jakarta.
Tarigan, H. G. 1989. Pengajaran Analisis Kontrastif Bahasa. Jakarta: Depdikbud P2LPTK Jakarta.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar